Division of Scientific DevelopmentHimasiltan

WOODER LOGIC #1

Mengenal Minyak Kayu Putih “Si Obat Antivirus Alami”

            Dewasa ini, beredar berita mengenai kandungan senyawa1,8-sineol yang berpotensi mencegah infeksi virus corona (Covid-19). Kandungan senyawa 1,8-sineol dapat diperoleh dari ektraksi tumbuhan dalm bentuk minyak atsiri. Berbagai tumbuhan yang menghasilkan minyak atsiri dengan kandungan 1,8-sineol, antara lain: Eucalyptus globulus Labill (85,82%), Melaleuca leucadendra (72,11%), Eucalyptus globulus (85,8%), Rosmarinus officinalis (50,49%), Zingiber officinale (17,89 %), dan Artemisia kermanensis Podl. (16%).  Masyarakat Indonesia sejatinya sudah menggunakan minyak atsiri ini secara turun-temurun dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang sangat faimliar adalah minyak atsiri dari jenis Melaleuca leucadendra atau sering disebut dengan nama minyak kayu putih. Karakteristik dari minya kayu putih  ini berwarna bening dan beraroma khas menimbulkan sensai hangat pada saluran pernafasan, Pemakaian minyak kayu putih lazim digunakan dari bayi sampai dewasa. Umumnya minyak kayu putih diaplikasikan dengan cara dioleskan dan inhalasi. Ada juga kapsul yang berisi 100 mg dan 200 mg 1,8-sineol. Bentuk sediaan lainnya ialah sediaan berupa permen kayu putih.

Sebaran dan potensi tanaman kayu putih di Indonesia cukup besar mulai dari daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Bali dan Papua yang tumbuh berupa hutan alam kayu putih. Sementara itu, pohon yang berada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat berupa hutan tanaman kayu putih((Widiyanto et al. 2014). Bagian tanaman yang menjadi baku utama dari minyak kayu putih adalah bagian daunnya. Hal, ini karena daun kayu putih mengandung minyak atsiri sekitar 0,5 -1,5%, rendemen yang diperoleh tergantung pada efektivitas penyulingan dan kadar minyak yang terkandung dalam bahan yang disuling. Usia panen yang optimal bagi tanamnan kayu putih ini dipilih dalam rentang usia 7-9 bulan. Kandungan komposisi minyak kayu putih juga sangat tergantung pada jenis daun, wilayah tumbuh dan peralatan serta cara penyulingan yang digunakan (Setyaningsih dan Sukmawati 2014). Kualitas minyak kayu putih ditentukan menggunakan SNI 06-3954-2001 minyak kayu putih berdasarkan kandungan sineol, aroma, berat jenis, putaran optik, kelarutan dalam alkohol dan ada tidaknya campuran minyak pelikan. Komponen yang memiliki kandungan cukup besar di dalam minyak kayu putih yaitu sineol sebesar 50% sampai dengan 65% sehingga dijadikan penentu kualitas minyak kayu putih. Komoditas minyak kayu putih memiliki permintaan yang tinggi khususnya pada sektor farmasi.

Minyak kayu putih memiliki banyak sekali khasiat bagi kesehatan. Salah satunya dapat membantu meredakan penyakit inflamasi saluran nafas seperti rinosinusitis, penyakit paru obstruktif kronik, dan asma bronkial (Sudrajat 2020). Senyawa 1,8-Sineol dalam minyak kayu putih merupakan senyawa monoterpen yang mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini disinyalir efektif untuk mengobati gangguan saluran nafas. Pada penelitian secara ex vivo, 1,8-sineol dapat menurunkan jumlah mukus dalam sel goblet, dan mengurangi aktifitas virus terhadap sel dalam tubuh. Selain itu, 1,8- sineol juga dapat menurunkan hipersekresi mukus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, kandungan 1,8-sineol dalam minyak kayu putih juga memiliki manfaat sebagai antivirus. Salah satunya senyawa ini dapat berikatan dengan virus herpes simplek tipe1 yang menyebabkan sinusitis atau pneumonia. Pada uji in silico 1,8-sineol dapat membunuh virus bronkitis pada waktu sebelum dan setelah virus masuk ke dalam sel. Tak hanya sampai disitu, pada penelitian terbaru  secara in silico, eucalyptol atau 1,8-sineol berpotensi menghambat infeksi Covid-19 dengan cara berikatan dengan proteinase Covid-19 (Sudrajat 2020). Kompleks Mproeucalyptol membentuk interaksi hidrofobik, interaksi ikatan hidrogen dan interaksi ionik yang kuat. 1,8-Sineol secara in silico dapat menghambat replikasi virus dengan cara berikatan dengan spike protein atau protein dari virus corona. Penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk memastikan efektifitas dari 1,8-sineol tehadap infeksi Covid-19. Sejauh ini potensi 1,8-sineol dalam minyak kayu putih lebih disarankan untuk dikonsumsi sebagai aromaterapi dalam meredakan infeksi virus.

 

Daftar Pustaka

Setyaningsih D, Sukmawati L. 2014. Influence of material density and stepwise increase of pressure at steam distillation to the yield and quality of Cajuput Oil. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 24(2) : 148–156.

Sudradjat SE. 2020. Minyak kayu putih, obat alami dengan banyak khasiat: tinjauan sistematik. J. Kedokteran Meditek 26(2): 51-59.

Widiyanto A, Winara A, Junaidi E, Siarudin M, 2014. Keanekaragaman jenis tumbuhan kayu putih di daerah wanggalem taman nasional Wasur Papua. Jurnal Hutan Tropis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *