kph lawuN

TEAM KPH LAWU HIMASILTAN MAGANG

Posted on Posted in Agenda, Akademik, Divisi Eksternal, EKSTERNAL, IPB, Kampus

Terimakasih telah bertugas tim KPH Lawu Ds, ini dia tim Himasiltan magang yang terakhir yaitu team KPH Lawu Ds.

Ayo kita simak laporan singkatnya

KPH Lawu Ds merupakan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) dengan wilayah administrasi Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Madiun, Ponorogo, Ngawi Magetan, Pacitan) dengan pengelolaan wilayah hutan dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) Fungsi yaitu :

  • Kawasan Produksi 25.449,30 Ha 48,5 %
  • Kawasan Perlindungan 26.546,90 Ha 50,6 %
  • Kawasan Pengg. Lain 478,50 Ha 0,9 %
  • Jumlah 52.474,70 Ha

 

Pembagian wilayah kerja pengelolaan hutan, dibagi ke dalam 2 Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH), yaitu SKPH Lereng Lawu Wilis dan SKPH Ponorogo-Pacitan. Masing-masing SKPH terbagi ke dalam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH). Jumlah BKPH dan luas masing-masing adalah sebagai berikut :

  1. Sub KPH Lereng Lawu Wilis (SKPH LLW)
  • BKPH Lawu Utara : 5.354,7 Ha
  • BKPH Lawu Selatan : 5.719,4 Ha
  • BKPH Wilis Utara : 4.337,7 Ha
  • BKPH Wilis Barat : 3.203,3 Ha
  • BKPH Wilis Selatan : 8.956,5 Ha
  • Jumlah SKPH LLW : 27.571,6 Ha
  1. Sub KPH Ponorogo Pacitan (SKPH Po-Pa)
  • BKPH Ponorogo Timur : 9.248,5 Ha
  • BKPH Ponorogo Selatan : 7.050,3 Ha
  • BKPH Ponorogo Barat : 6.598,8 Ha
  • BKPH Pacitan : 2.005,5 Ha
  • Jumlah SKPH Po-Pa : 24.903,1Ha

 

BKPH Ponorogo Timur memiliki 3 RPH:

  • RPH Cepoko dengan luas 2997,9 Ha
  • RPH Sawoo dengan luas 3013,9 Ha
  • RPH Bungkal dengan luas 3236,7 Ha

 

Kami ditempatkan di RPH Cepoko BKPH Ponorogo timur dan melakukan beberapa kegiatan;

  1. Penanaman : dalam kegiatan penanaman terdapat kegiatan pra penanaman seperti membuat bedeng tabur, bedeng semai, dan bedeng sapih, memasukkan tanah ke polybag, menanam bibit ke polybag. Kegiatan penanaman inti nya yaitu mengambil bibit di bedeng sapih dan menanmnya di lahan, ada dua macam bibit yang ditanam, pinus sebagai tanaman pokon dan mahoni sebagai tanaman pengisi dan tanaman tepi.
  2. Penyadapan : Kegiatan penyadapan disesuaikan dengan kondisi tegakan seperti pra sadap, sadap buka, sadap lanjut,dan sadap mati. Hasil sadapan kemudian ditimbang dan disetorkan ke TPG (Tempat penimbunan getah) lalu diangkut ke PGT(Pabrik Gondorukem dan Terpentin) Sukun.
  3. Penebangan : Pohon pinus yang telah mencapai daurnya dan telah di sadap mati akan ditebang dan kayunya diangkut ke TPK di Ponorogo.

 

Team KPH Lawu Ds:

Salman Arib Rozan (Ketua)

Achmad Rizky N

Regita Pramesti

Aulia Rakhmawati

Kirana

Nurwinda

4n 1n 2n 3n

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *